tangan dunia

Robot Pencari Alien

Rabu, 23 Februari 2011

Keberadaan alien dan kehidupan di luar angkasa masih menjadi misteri yang menarik dan unik untuk diselidiki. Sejumlah peneliti kini tengah mengembangkan pasukan robot untuk menguak misteri luar angkasa.

Adalah para peneliti di California Institute of Technology (Caltech) yang mengembangkan pasukan robot tersebut. Ketua penelitian, Wolfgang Fink, menuturkan bahwa mereka tengah mengembangkan software yang memungkinkan pasukan robot penjelajah luar angkasa itu beraksi, baik secara mandiri maupun dalam satu tim.

Aplikasi ini akan memungkinkan robot untuk berpikir, mengidentifikasi permasalahan, mempertimbangkan risiko, menentukan area yang akan dieksplorasi dan target penting yang akan dituju.

Robot-robot berwujud balon udara dan satelit akan terbang dan memberikan komando pada pasukan robot lainnya yang di daratan.

“Sistem ini akan mengubah cara mengeksplorasi planet,” tandas Fink, seperti dikutip surgaku.com dari Discovermagazine, Kamis (29/10/2009).

Rahasia Sungai Dasar Laut

Setelah beberapa bulan yang lalu dihebohkan tentang sungai dibawah laut di daerah meksiko, kini ada lagi penemuan yang tidak kalah heboh yaitu sungai raksasa di dasar laut hitam. Misteri ini merupakan suatu keindahan alam yang sangat langka terjadi.







Berikut adalah berita lengkap tentang sungai bawah laut di laut hitam:


Sebuah Sungai Raksasa ditemukan di dasar laut Hitam, dan Sungai ini layak dinobatkan sebagai Sungai terbesar Keenam di Dunia.

Sungai raksasa yang luar biasa ini ditemukan di dasar laut hitam, sebuah laut dalam antara Eropa tenggara dan Aisa kecil.

Para ilmuwan dari Leeds University sampai mengerahkan kapal selam robot untuk meneliti dan memindai dasar laut di dekat Turki itu.

Yang menakjubkan, Sungai di bawah laut itu memiliki saluran, anak sungai, dataran banjir, aliran deras dan bahkan air terjun.

Sungai raksasa ini mempunyai kedalaman 115 kaki dan lebarnya lebih dari setengah mil. Bahkan jika didaratan para ilmuwan memperkirakan sungai ini adalah keenam terbesar di dunia dalam hal jumlah air yang mengalir.

Aliran air, yang membawa air asin dan sedimen, 350 kali lebih besar dibandingkan dengan Sungai Thames di Inggris.

Sungai Raksasa Di Dasar Laut Hitam

Sungai ini adalah satu-satunya sungai bawah laut aktif yang ditemukan. Letaknya di Selat Bosphorus yang mengalir dari Mediterania ke Laut Hitam. Aliran air sungai bawah tanah itu disebabkan perbedaan kadar garam.

Ini menyebabkan air Mediterania mengalir seperti sungai, yang menciptakan alur-alur dan genangan yang dalam.

Penemuan sungai bawah laut ini akan menjelaskan bagaimana kehidupan bisa bertahan di kedalaman laut. Hal ini ternyata Sungai bawah laut lah yang bertugas membawa sedimen dan nutrisi.

Menurut Dr Dan Parsons, pemimpin tim peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Bumi dan Lingkungan, Universitas Leeds, kepada Sunday Telegraph, mengatakan, “Kepadatan air di sana lebih padat dari air laut disekitarnya karena memiliki salinitas yang lebih tinggi dan membawa begitu banyak sedimen.”

“Sungai itu mengalir dari beting laut dan keluar melalui daratan abisial, seperti halnya sungai di darat,” demikian penjelasan Parsons seperti dimuat oleh laman Daily mail,Minggu 1 Agustus 2010.

Dataran abisal di laut mirip seperti di gurun pasir, bedanya dataran air ini bisa menyediakan nutrisi dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk makhluk yang hidup di dalamnya.

Perbedaan utama sungai di bawah laut ini adalah bahwa aliran air berlawanan dengan sungai-sungai di daratan.

Para ilmuwan telah lama menduga bahwa ada sungai dasar laut masuk akal, setelah pemindai sonar mengungkapkan adanya saluran berkelok-kelok dibanyak lautan di dunia.

Saluran di Laut hitam, meskipun jauh lebih kecil dibandingkan dengan sungai bawah tanah di perairan Brazil dimana aliran Amazon memasuki Samudera Atlantik tapi Sungai ini adalah satu-satunya yang ditemukan masih mengalir dan membuktikan bahwa saluran ini misterius dibentuk oleh sungai dibawah laut.

Peninggalan Prasejarah 5 Kerangka Batujaya

Tim penggalian dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang, yang bekerja dalam proyek Pemugaran Candi Blandongan sejak pertengahan April lalu, menemukan lima kerangka manusia. Kerangka diduga berasal dari masa akhir prasejarah.

Candi Blandongan merupakan salah satu candi di kompleks Percandian Batujaya, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Lokasi penemuan kerangka merupakan areal persawahan di sebelah tenggara halaman candi.

Kelima kerangka yang terkubur di kedalaman 1 meter posisinya berjejer dengan kepala arah 60 derajat ke timur kaut. Salah satu kerangka terlihat utuh dari ujung batok kepala hingga ujung tulang kaki, panjang 170 sentimeter. Di dekat kerangka terdapat barang gerabah, baik dalam kondisi utuh maupun pecahan, serta benda dari logam. Tak jauh dari lokasi kerangka juga ditemukan dua batu menhir berukuran 2,1 meter dan 2,2 meter.

Arkeolog senior Hasan Djafar mengatakan, kerangka itu adalah manusia dari masa akhir prasejarah (sekitar abad ke-2 atau ke-3 Masehi), sebelum masa percandian di lokasi itu yang merujuk tentang peradaban zaman Kerajaan Tarumanegara.

”Kerangka ini merupakan manusia dari masa akhir prasejarah. Hal ini terlihat dari bekal kubur yang disertakan pada mayat, yaitu gerabah seperti tempayan atau periuk dan alat-alat dari logam atau besi yang merupakan persenjataan milik orang yang dikubur,” kata Hasan. Menurut ida, itu adalah kerangka nenek moyang jauh sebelum masa Hindu dan Buddha berkembang, sudah ada sebelum Candi Blandongan dibangun.


Pengangkatan peninggalan prasejarah ini rencananya dilakukan tanggal 5 Mei 2010. Identifikasi diperlukan untuk mengetahui secara tepat umur kerangka, jenis kelamin, dan rasnya, apakah dari ras Mongoloid seperti pernah ditemukan sebelumnya di sekitar candi atau Australomelanesoid.

Arkeolog yang bertugas di lapangan, Juliadi, mengatakan, sebelum kerangka diangkat, tim akan melakukan perekaman data, seperti penggambaran, pemotretan, dan pengukuran lapisan tanah. Proses analisis anatomi dan rekonstruksi rencananya dilakukan di lokasi.

Setelah diangkat, kerangka akan disimpan sementara di bengkel atau tempat kerja di Batujaya. ”Selanjutnya, kerangka bisa menjadi obyek penelitian. Tidak tertutup kemungkinan ada pengembangan Situs Batujaya. Kerangka bisa dipajang di museum agar masyarakat bisa mengapresiasi warisan budaya,” kata Juliadi.

Kegiatan penggalian di sekitar Candi Blandongan terkait dengan pemugaran candi tahap ke-11 setelah dimulai tahun 1999. Pemugaran pernah vakum pada 2000. Penggalian dilakukan karena ada kecurigaan terdapat kerangka di tiga titik lokasi. Informasi itu didapat dari masyarakat sekitar yang mengolah areal persawahan di sekitar candi. Penggalian akan diteruskan hingga September 2010.

Menyibak fakta candi Borobudur

Candi borobudur menyimpan banyak misteri yang masih belum terpecahkan. Misteri apakah itu? Mari kita simak pembahasannya!

Sekira tiga ratus tahun lampau, tempat candi ini berada masih berupa hutan belukar yang oleh penduduk sekitarnya disebut Redi Borobudur. Untuk pertama kalinya, nama Borobudur diketahui dari naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi, disebutkan tentang biara di Budur. Kemudian pada Naskah Babad Tanah Jawi (1709-1710) ada berita tentang Mas Dana, seorang pemberontak terhadap Raja Paku Buwono I, yang tertangkap di Redi Borobudur dan dijatuhi hukuman mati. Kemudian pada tahun 1758, tercetus berita tentang seorang pangeran dari Yogyakarta, yakni Pangeran Monconagoro, yang berminat melihat arca seorang ksatria yang terkurung dalam sangkar. Kemudian pada tahun 1814, Thomas Stamford Raffles mendapat berita dari bawahannya tentang adanya bukit yang dipenuhi dengan batu-batu berukir. Berdasarkan berita itu Raffles mengutus Cornelius, seorang pengagum seni dan sejarah, untuk membersihkan bukit itu. Setelah dibersihkan selama dua bulan dengan bantuan 200 orang penduduk, bangunan candi semakin jelas dan pemugaran dilanjutkan pada 1825.
Pada 1834, Residen Kedu membersihkan candi lagi, dan tahun 1842 stupa candi ditinjau untuk penelitian lebih lanjut.

Mengenai nama Borobudur sendiri banyak ahli purbakala yang menafsirkannya, di antaranya Prof. Dr. Poerbotjoroko menerangkan bahwa kata Borobudur berasal dari dua kata Bhoro dan Budur. Bhoro berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti bihara atau asrama, sedangkan kata Budur merujuk pada nama tempat. Pendapat ini dikuatkan oleh Prof. Dr. WF. Stutterheim yang berpendapat bahwa Borobudur berarti Bihara di atas sebuah bukit. Sedangkan Prof. JG. De Casparis mendasarkan pada Prasasti Karang Tengah yang menyebutkan tahun pendirian bangunan ini, yaitu Tahun Sangkala: rasa sagara kstidhara, atau tahun Caka 746 (824 Masehi), atau pada masa Wangsa Syailendra yang mengagungkan Dewa Indra. Dalam prasasti didapatlah nama Bhumisambharabhudhara yang berarti tempat pemujaan para nenek moyang bagi arwah-arwah leluhurnya.
Bagaimana pergeseran kata itu terjadi menjadi Borobudur? Hal ini terjadi karena faktor pengucapan masyarakat setempat.

Dalam pelajaran sejarah, disebutkan bahwa candi Borobudur dibuat pada masa Wangsa Syailendra yang Buddhis di bawah kepemimpinan Raja Samarotthungga. Sedangkan yang menciptakan candi, berdasarkan tuturan masyarakat bernama Gunadharma. Pembangunan candi itu selesai pada tahun 847 M. Menurut prasasti Kulrak (784M) pembuatan candi ini dibantu oleh seorang guru dari Ghandadwipa (Bengalore) bernama Kumaragacya yang sangat dihormati, dan seorang pangeran dari Kashmir bernama Visvawarman sebagai penasihat yang ahli dalam ajaran Buddis Tantra Vajrayana. Pembangunan candi ini dimulai pada masa Maha Raja Dananjaya yang bergelar Sri Sanggramadananjaya, dilanjutkan oleh putranya, Samarotthungga, dan oleh cucu perempuannya, Dyah Ayu Pramodhawardhani.
Sebelum dipugar, Candi Borobudur berupa reruntuhan seperti halnya artefak-artefak candi yang baru ditemukan sekarang ini. Ketika kita mengunjungi Borobudur dan menikmati keindahan alam sekitarnya dari atas puncak candi, kadang kita tidak pernah berpikir tentang siapa yang berjasa membangun kembali Candi Borobudur menjadi bangunan yang megah dan menjadi kekayaan bangsa Indonesia ini.

Pemugaran selanjutnya, setelah oleh Cornelius pada masa Raffles maupun Residen Hatmann, dilakukan pada 1907-1911 oleh Theodorus van Erp yang membangun kembali susunan bentuk candi dari reruntuhan karena dimakan zaman sampai kepada bentuk sekarang. Van Erp sebetulnya seorang ahli teknik bangunan Genie Militer dengan pangkat letnan satu, tetapi kemudian tertarik untuk meneliti dan mempelajari seluk-beluk Candi Borobudur, mulai falsafahnya sampai kepada ajaran-ajaran yang dikandungnya. Untuk itu dia mencoba melakukan studi banding selama beberapa tahun di India. Ia juga pergi ke Sri Langka untuk melihat susunan bangunan puncak stupa Sanchi di Kandy, sampai akhirnya van Erp menemukan bentuk Candi Borobudur. Sedangkan mengenai landasan falsafah dan agamanya ditemukan oleh Stutterheim dan NJ. Krom, yakni tentang ajaran Buddha Dharma dengan aliran Mahayana-Yogacara dan ada kecenderungan pula bercampur dengan aliran Tantrayana-Vajrayana. Oleh sebab itu, para pemugar harus memiliki sekelumit sejarah agama ini di Indonesia. Penelitian terhadap susunan bangunan candi dan falsafah yang dibawanya tentunya membutuhkan waktu yang tidak sedikit, apalagi kalau dihubung-hubungkan dengan bangunan-bangunan candi lainnya yang masih satu rumpun. Seperti halnya antara Candi Borobudur dengan Candi Pawon dan Candi Mendut yang secara geografis berada pada satu jalur.

Materi candi
Candi Borobudur merupakan candi terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja. Borobudur mirip bangunan piramida Cheops di Gizeh Mesir. Luas bangunan Candi Borobudur 15.129 m2 yang tersusun dari 55.000 m3 batu, dari 2 juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 cm X 10 cm X 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang terususun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jadi kalau rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya 3 km. Jumlah tingkat ada sepuluh, tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Sedangkan, tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter, namun sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir.

Menurut hasil penyelidikan seorang antropolog-etnolog Austria, Robert von Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal tata budaya pada zaman Neolithic dan Megalithic yang berasal dari Vietnam Selatan dan Kamboja. Pada zaman Megalithic itu nenek moyang bangsa Indonesia membuat makam leluhurnya sekaligus tempat pemujaan berupa bangunan piramida bersusun, semakin ke atas semakin kecil. Salah satunya yang ditemukan di Lebak Sibedug Leuwiliang Bogor Jawa Barat. Bangunan serupa juga terdapat di Candi Sukuh di dekat Solo, juga Candi Borobudur. Kalau kita lihat dari kejauhan, Borobudur akan tampak seperti susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa.

Berbeda dengan piramida raksasa di Mesir dan Piramida Teotihuacan di Meksiko Candi Borobudur merupakan versi lain bangunan piramida. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak akan ditemukan di daerah dan negara manapun, termasuk di India. Dan itulah salah satu kelebihan Candi Borobudur yang merupakan kekhasan arsitektur Budhis di Indonesia.

Melihat kemegahan bangunan Candi Borobudur saat ini dan candi-candi lainnya di Indonesia telah memberikan pengetahuan yang besar tentang peradaban bangsa Indonesia. Berbagai ilmu pengetahuan terlibat dalam usaha rekonstruksi Candi Borobudur yang dilakukan oleh Teodhorus van Erp. Kita patut menghargai usaha-usahanya mengingat berbagai kendala dan kesulitan yang dihadapi dalam membangun kembali candi ini.

Sampai saat ini ada beberapa hal yang masih menjadi bahan misteri seputar berdirinya Candi Borobudur, misalnya dalam hal susunan batu, cara mengangkut batu dari daerah asal sampai ke tempat tujuan, apakah batu-batu itu sudah dalam ukuran yang dikehendaki atau masih berupa bentuk asli batu gunung, berapa lama proses pemotongan batu-batu itu sampai pada ukuran yang dikehendaki, bagaimana cara menaikan batu-batu itu dari dasar halaman candi sampai ke puncak, alat derek apakah yang dipergunakan? Mengingat pada masa itu belum ada gambar biru (blue print), lalu dengan sarana apakah mereka itu kalau hendak merundingkan langkah-langkah pengerjaan yang harus dilakukan, dalam hal gambar relief, apakah batu-batu itu sesudah bergambar lalu dipasang, atau batu dalam keadaan polos baru dipahat untuk digambar. Dan mulai dari bagian mana gambar itu dipahat, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas? Dan masih banyak lagi misteri yang belum terungkap secara ilmu pengetahuan, terutama tentang ditemukannya ruang pada stupa induk candi.

Restorasi di tahun 1974-1983

Harta karun
Pemugaran selanjutnya dilakukan pada tahun 1973-1983, selang 70 tahun dari pemugaran yang dilakukan van Erp. Pemugaran ini dimaksudkan tiada lain sebagai upaya melestarikan budaya yang tak ternilai harganya. Inilah “harta karun” yang sesungguhnya tak bisa dihargai dengan uang apalagi dijual untuk membayar utang. Kesadaran masyarakat untuk ikut mengamankan bangunan candi sangat diharapkan termasuk juga dari para wisatawan.
Penggalian, penelitian, dan rencana pemugaran terhadap candi-candi atau benda-benda bersejarah lainnya yang baru-baru ini ditemukan tentunya membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Pemugaran bangunan budaya dan kepurbakalaan tidak semudah pembangunan gedung modern. Setiap bentuk bangunan budaya memiliki makna yang khusus dan hal ini tidak dapat diabaikan di dalam pemugaran bangunan kuno tersebut. Oleh sebab itu butuh dukungan dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Upaya membangun kembali sebuah simbol-simbol peradaban yang pernah hilang berarti semakin membuka mata-hati kita tentang sejarah peradaban manusia Indonesia yang kaya dengan ilmu pengetahuan dan budaya. Dengan demikian, kita akan menjadi manusia berbudaya yang mampu menghargai budayanya sendiri sebagai bentuk jati diri dan identitas bangsa yang mandiri.

Akhirnya, kita harus membangkitkan kembali gairah menghargai benda-benda cagar budaya yang bukan hanya menjadi kekayaan masyarakat dan bangsa, melainkan juga menjadi kekayaan ilmu pengetahuan yang akan terus mengungkap fakta-fakta sejarah itu. Menikmati keindahan dan menjaga kelestariannya merupakan salah satu bentuk kepedulian yang sangat berarti. Tentunya peran lembaga yang berkaitan dengan perlindungan benda-benda cagar budaya perlu ditingkatkan dengan memberikan pemahaman, pengertian dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga dan melestarikan benda-benda tersebut.

Perlindungan hukum pun harus ditegakkan secara konsisten sehingga tidak terjadi lagi kepincangan-kepincangan hukum yang menyisakan rasa ketidakadilan bagi masyarakat, seperti halnya kasus peledakan Candi Borobudur pada 1983.***

Tetap menjadi suatu misteri,sekedar tambahan candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia dengan tinggi 34,5 meter dan luas bangunan 123 x 123 meter. Di dirikan di atas sebuah bukit yang terletak kira-kira 40 km di barat daya Yogyakarta, 7 km di selatan Magelang, Jawa Tengah.

Candi Borobudur dibangun oleh Dinasti Sailendra antara tahun 750 dan 842 Masehi. Candi Buddha ini kemungkinan besar ditinggalkan sekitar satu abad setalah dibangun karena pusat kerajaan pada waktu itu berpindah ke Jawa Timur.

Sir Thomas Stanford Raffles menemukan Borobudur pada tahun 1814 dalam kondisi rusak dan memerintahkan supaya situs tersebut dibersihkan dan dipelajari secara menyeluruh. Proyek restorasi Borobudur secara besar-besaran kemudian dimulai dari tahun 1905 sampai tahun 1910 dipimpin oleh Dr. Tb. van Erp. Dengan bantuan dari UNESCO, restorasi kedua untuk menyelamatkan Borobudur dilaksanakan dari bulan Agustus 1913 sampai tahun 1983.

Namun, sampai sekarang Candi Borobudur masih menyimpan sejumlah misteri. Sejumlah misteri itu misalnya, siapa yang merancang Candi Borobudur, berapa jumlah orang dipekerjakan untuk membangun candi tersebut, dari mana saja batu untuk membangun candi ? Filosofi apa yang digunakan untuk membuat candi tersebut ? Tetapi yang pasti candi ini merupakan aset penting bagi Indonesia di mata dunia internasional. Kita harus bangga dan selalu menjaga kelestariannya.

Lutut Logam Seekor Kucing


Berkat kecanggihan dan teknologi robot, kucing yng bernama Missy ini menggunakakan logam pada lututnya. Robo-kucing Yang bernama Missy mungkin sudah menghabiskan sembilan nyawanya, tapi sekarang dia kembali mencari mangsa setelah menjadi yang pertama di dunia kucing dengan lutut buatan dari logam. Seorang Dokter Hewan menemukan (Missy) ketika sekarat, setelah dia ditabrak oleh sebuah mobil, tapi ia melakukan operasi untuk memulihkan kembali tubuhnya dan memberinya logam kuhusu Di Lututnya.


Missy Ketika mencari mangsa kembali setelah menjadi kucing pertama di dunia untuk menjalani penggantian lutut total


Dr Noel Fitzpatrick, dokter hewan yang Melakukan operasi di klinik di Guildford, berkata: “Ini adalah kasus dimana Missy harus terbaring lama atau untuk mengembangkan lutut buatan, yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Amputasi bukanlah pilihan karena kaki belakang lainnya rusak. Kulit dan tendon di belakang satu kaki telah mati karena menghancurkan suplai darah dan jaringan semua lepas dan terkena tulang kering.

Dalam penyembuhan jaringan saraf dan tulang, sebuah obat kolagen yang terbuat dari kandung kemih babi Digunakan. Tulang yang patah itu kemudian ditempatkan dalam mesin yang disebut Spider pin (Pin Aman intramedulla Duri epoxy Resin Frame) dan akan membuat tulang dan jaringan disembuhkan . Implan Baru untuk penggantian lutut kaki yang lain dirancang oleh Dr Fitzpatrick, Profesor Gordon Blunn dan Jay Meswania dari OrthoFitz Implants.
Itu terbuat dari dua bagian yang dihubungkan bersama-sama dengan mekanisme berengsel Sehingga ligamen lutut yang telah RoBek, tidak lagi diperlukan dan lutut tidak bisa lagi terkilir. Uniknya, implan ini dirancang khusus berdasarkan CT scan lutut Missy dan persis sama ukuran lutut Missy, baik dari segi ukuran tulang-tulangnya dan jangkauan gerak dari sendi lututnya.


Implan sepanjang tiga inci terbuat dari stainless steel dan Terikat pada tulang paha dan tulang kering dengan Menggunakan air seni Babi. Dr Fitzpatrick mengatakan: “Hal yang paling sulit tentang operasi miniaturising implan dan yang cocok dengan gerak engsel untuk memungkinkan berjalan, berlari dan melompat, yang kucing banyak lakukan pada umumnya. Seorang Pasien Manusia dengan penggantian lutut mungkin akan sulit Berjalan dan lari tetapi . Operasi itu berlangsung dua jam untuk memotong lutut lama yang rusak dan menggantinya dengan yang baru.
Setelah dua minggu pengobatan, akhirnya Missy pulang kerumah pemiliknya. Ibu Morris kini menghadapi tagihan dokter hewan besar, tetapi berkata: Missy adalah berharga dan dia juga anggota keluarga kami dan kami akan melakukan apa saja untuk memberikan hidup yang lebih baik. Dia menambahkan: Noel adalah seorang jenius. Dia memberikan binatang untuk memiliki tingkat perawatan yang sama dengan manusia.